[problem log] Radio disabled by HW RF Kill switch … Karmic Koala on HP 520
Just replaced my Opensuse 11.1 with Karmic Koala. Back to Ubuntu, then. No spesific reason. New year, new distro
I got HP 520 from the office. Intel Core Duo, T2400, 1.83GHz with 2MB RAM. Not much, but considered sufficient for working. Been installed with Windows XP SP2, Mandriva 2008, Opensuse 9, BlankOn, Hardy Heron, Opensuse 11.1 and now Karmic Koala. The problems are the same … modems and wireless. But no … if I am not mistaken, the wireless was working well on Hardy.
The weird thing is somehow the wireless switch is not working in Karmic. So when the machine is booting, the LED is blinking (“blue”) and then off. When I used dual booting with Windows, I have to go Windows systems, switch on wireless button, restart and go to Linux. What the h**l ….
Now I want this wifi to work on Karmic. According to Mr. Google, the wireless card is identified as Intel iwl3945.
dicky@isd-ubuntu:~$ sudo lshw -C network
*-network DISABLED
description: Wireless interface
product: PRO/Wireless 3945ABG [Golan] Network Connection
vendor: Intel Corporation
physical id: 0
bus info: pci@0000:10:00.0
logical name: wmaster0
version: 02
serial: 00:1c:bf:79:87:fb
width: 32 bits
clock: 33MHz
capabilities: pm msi pciexpress bus_master cap_list logical ethernet physical wireless
configuration: broadcast=yes driver=iwl3945 latency=0 multicast=yes wireless=IEEE 802.11abg
resources: irq:26 memory:f0000000-f0000fff
*-network
description: Ethernet interface
product: 82562ET/EZ/GT/GZ – PRO/100 VE (LOM) Ethernet Controller Mobile
vendor: Intel Corporation
physical id: 8
bus info: pci@0000:02:08.0
logical name: eth0
version: 01
serial: 00:1b:38:c5:39:01
size: 100MB/s
capacity: 100MB/s
width: 32 bits
clock: 33MHz
capabilities: pm bus_master cap_list ethernet physical tp mii 10bt 10bt-fd 100bt 100bt-fd autonegotiation
configuration: autonegotiation=on broadcast=yes driver=e100 driverversion=3.5.24-k2-NAPI duplex=full firmware=N/A ip=172.27.33.77 latency=64 link=yes maxlatency=56 mingnt=8 multicast=yes port=MII speed=100MB/s
resources: irq:20 memory:f0101000-f0101fff ioport:2000(size=64)
I think the problem relates to the Kill Switch. The message logs show something interesting …
dicky@isd-ubuntu:~$ sudo cat /var/log/messages | grep switch
[sudo] password for dicky:
Jan 27 21:17:46 isd-ubuntu kernel: [ 0.194293] ACPI: EC: non-query interrupt received, switching to interrupt mode
Jan 27 21:17:46 isd-ubuntu kernel: [ 2.470738] Console: switching to colour frame buffer device 160×50
Jan 28 08:21:14 isd-ubuntu kernel: [ 0.194511] ACPI: EC: non-query interrupt received, switching to interrupt mode
Jan 28 08:21:14 isd-ubuntu kernel: [ 2.535130] Console: switching to colour frame buffer device 160×50
Jan 28 08:51:07 isd-ubuntu kernel: [ 0.194014] ACPI: EC: non-query interrupt received, switching to interrupt mode
Jan 28 08:51:07 isd-ubuntu kernel: [ 2.478461] Console: switching to colour frame buffer device 160×50
Jan 28 11:08:23 isd-ubuntu kernel: [ 0.193782] ACPI: EC: non-query interrupt received, switching to interrupt mode
Jan 28 11:08:23 isd-ubuntu kernel: [ 2.482947] Console: switching to colour frame buffer device 160×50
Jan 28 13:43:14 isd-ubuntu kernel: [ 0.193665] ACPI: EC: non-query interrupt received, switching to interrupt mode
Jan 28 13:43:14 isd-ubuntu kernel: [ 2.481596] Console: switching to colour frame buffer device 160×50
Jan 28 13:43:15 isd-ubuntu kernel: [ 10.288701] iwl3945 0000:10:00.0: Radio disabled by HW RF Kill switch
Jan 28 13:43:16 isd-ubuntu kernel: [ 11.126344] iwl3945 0000:10:00.0: Radio disabled by HW RF Kill switch
Meaning that … yes, the switch must be turn on first. I tried to press the button and no result. Check the BIOS, and yes … it is enabled already.
Tried to search on Ubuntu forums, tried some recommendations and resulting my card was accidently removed …
Somehow, this is also recorded as BUGS in ubuntu launchpad.
Well, must tried harder … keep reading and trying. Will update you about the progress.
Wish me luck!
privacy .. privacy .. privacy
==================
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyatakan, privasi bukan lagi norma sosial seiring makin menjamurnya layanan jejaring sosial di dunia maya. Hal tersebut diungkapkan dalam penganugerahan Crunchie Awards di San Francisco, akhir pekan lalu. “Orang semakin nyaman tidak hanya karena berbagi informasi yang sekamin banyak dan bermacam hal lain, tetapi juga karena semakin terbuka dan semakin banyak orang lain,” ujar Zuckerberg yang kini baru berusia 25 tahun itu seperti dilansir situs Telegraph. Menurutnya, privasi sebagai norma sosial telah mengalami evolusi. Ia mengatakan, saat mulai mengembangkan Facebook di asrama mahasiswa Harvard, banyak orang yang bertanya apa perlunya membagi semua informasi di internet dan buat apa memiliki situs web pribadi. Namun, 5-6 tahun kemudian, ternyata blog begitu menjamur berikut berbagai layanan online untuk saling berbagi informasi.
Pernyataan tentang privasi itu disampaikannya tak lama setelah Facebook melakukan perubahan aturan main yang membebankan masalah pengaturan privasi kepada pengguna. Sejak akhir Desember 2009, semua status pengguna Facebook dinyatakan terbuka, kecuali penggunanya mengganti pengaturan menjadi privat. Sebagai pilihan, tersedia fitur untuk mengingatkan pengguna, baik baru maupun lama agar memperketat setting privasi. Pengaturan tersebut juga dapat dilakukan untuk setiap konten yang diunggah, baik foto maupun video.
Meski fitur tersebut sudah disediakan, langkah Facebook mendapat penentangan. Aktivis hak pengguna internet menilai langkah Facebook lebih banyak membiarkan privasi orang terbuka ke internet tanpa menyadarinya. Perubahan aturan main ini menyusul kesepakatan Facebook dengan Google dan Microsoft. Semua status pengguan Facebook yang tidak diatur privat akan diindeks Google dan Bing sehingga dapat muncul dalam hasil pencarian kedua layanan tersebut secara real time. Zuckerberg mengakui, mengubah aturan privasi untuk 350 juta pengguna Facebook saat ini bukanlah hal yang bisa dilakukan kebanyakan perusahaan. Namun menurutnya, Facebook harus melakukan hal itu demi menyesuaikan dengan norma sosial yang berlaku saat ini
Tipiti=Tindak Pidana di bidang TI
Apa lagi ini? Ancaman atau Pelindung pengguna internet?
===========================================
dari www.detik.com
Jakarta – Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dikabarkan sedang menyusun RUU Tindak Pidana di Bidang Teknologi Informasi (Tipiti). Ancaman hukuman bagi pelanggar UU tersebut lebih tinggi dari UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang kini dikecam oleh masyarakat luas.
“Saya sudah baca RUU itu, ancaman hukumannya lebih tinggi dibanding UU ITE, 30 tahun,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Hendrayana, di Kantornya, Jl Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2009).
Lebih lanjut Hendrayana menjelaskan, hukuman denda bagi pelanggar pidana UU ITE Rp 1 miliar. Namun di dalam RUU Tipiti, hukuman denda ada yang mencapai 10 kali lebih besar.
Bedanya lagi, imbuh Hendrayana, UU ITE mencatumkan pasal pencemaran nama baik untuk menjerat pelaku. Sedangkan di dalam RUU Tipiti, seseorang dihukum apabila yang bersangkutan menyebarkan informasi melalui media elektronik yang mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan gejolak sosial.
“RUU itu sudah disusun sejak Menkominfo dijabat oleh Sofyan Djalil. Sekarang itu masuk Prolegnas,” ucap Hendrayana. Dikatakan dia, LBH Pers telah melakukan penelitian untuk mengkritisi RUU Tipiti. Pertemuan pun sudah dilakukan dengan jajaran Depkominfo. “Saya lihat politik hukum yang dibangun pemerintah ini cuma menimbulkan ketakutan bagi masyarakat saja,” tandasnya. (irw/rdf)
Sip! Semakin banyak pilihan buat user semakin baik. Alternatif dari Dropbox dan UbuntuOne.
Ayo, siapa lagi menyusul?
==================================
JAKARTA, KOMPAS.com -
Besarnya informasi digital terus meroket seiring gaya hidup masyarakat yang tak lepas dari peralatan digital seperti ponsel, kamera digital, camcorder, dan lainnya. Tentu usaha untuk menyimpan dan membagi berbagai jenis data digital – mulai dari musik hingga foto dan file – bisa cukup menyulitkan apalagi di era mobilitas tinggi. Mencoba memberikan solusinya, Microsoft menawarkan layanan penyimpanan data online dengan kapasitas 25GB dan terlindung kata sandi bagi penggunanya.
Layanan ini gratis dan tersedia dengan mudah di Windows Live dengan nama Skydrive. Skydrive akan mengatasi salah satu hal yang paling menyulitkan dalam mengatur seluruh data dan informasi digital yakni saat harus dipindahkan lokasinya ataupun dibagi dengan teman-teman dan keluarga. Contoh yang sering ditemui, misalnya saat Anda sedang mengerjakan pekerjaan di kantor dan kemudian ingin melanjutkannya di rumah. Biasanya Anda akan melakukan salah satu dari ketiga hal ini: membawa pulang laptop anda, mengirimkan dokumen pekerjaan tersebut ke email Anda, atau menggunakan USB (Flash Disk). Ketiga pilihan tersebut memang dapat berhasil dengan baik, namun sisi negatifnya, Anda harus membawa pulang laptop Anda atau menghadapi kemungkinan hilangnya data yang ditransfer.
Windows Live SkyDrive menghapus seluruh opsi tersebut dengan menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang tak terkalahkan. Dengan SkyDrive, Anda hanya butuh mengunggah file yang diinginkan ke folder pribadi Anda – menghapus keharusan membawa pulang laptop Anda atau resiko melebihi batas kapasitas inbox (kotak masuk) Anda dan akhirnya tidak menerima attachment (lampiran). Dengan kapasitas penyimpanan sebesar 25GB, SkyDrive menawarkan kepada Anda kapasitas menyimpan yang tidak dapat ditandingi USB manapun saat ini.
Keamanan juga selalu menjadi perhatian utama menyangkut data Anda, maka dari itu SkyDrive menyediakan pilihan untuk mengamankan setiap folder didalamnya dengan masing-masing kata sandi. Anda dapat menciptakan folder yang dapat dilihat untuk umum maupun untuk dibagi dengan orang-orang tertentu. Anda dapat memilih untuk tetap menyimpannya secara personal dan mengaksesnya dimana saja, Andapun mengetahui bahwa Anda memiliki penguasaan penuh atas data tersebut. Melalui shared folders, teman-teman Anda juga mendapatkan kemudahan untuk mengunggah, mengunduh dan berinteraksi dengan Anda melalui seluruh dokumen dan file didalam folder tersebut.
Kelebihan lainnya adalah Anda dapat mengatur sejauh mana akses yang dimiliki masing-masing teman Anda kepada isi folder. Misalnya beberapa orang diberikan akses hanya sebatas melihat isi folder, sementara sejumlah orang tertentu diizinkan untuk meng-edit atau mengunggah dokumen kedalam folder. Berikut beberapa contoh situasi dimana Anda dapat memanfaatkan SkyDrive:
- Berbagi foto-foto liburan : Seandainya Anda baru saja pulang berlibur dari Bali dan Anda ingin membagi album foto liburan Anda dengan keluarga Anda, Anda tidak lagi perlu menyesakkan inbox mereka dengan file-file ukuran besar. Yang harus Anda lakukan hanya menciptakan album baru dalam SkyDrive anda dan mengisinya dengan pilihan foto-foto yang ingin Anda bagikan.
- Merencanakan Pernikahan Anda: Seringkali orang merencanakan acara pernikahan bersama-sama dengan keluarga ataupun teman yang tinggal berjauhan. Mengapa tidak menciptakan shared folder di SkyDrive yang memudahkan Anda membagi informasi seperti gambaran tempat dan baju, daftar persiapan acara, dll? Dengan cara ini semua orang yang terlibat dapat mengakses informasi didalam folder kapan saja.
- Tugas Sekolah/Universitas: Dengan SkyDrive, Anda dapat mengerjakan tugas-tugas kelompok dengan lebih efisien. Anda dapat mengunggah seluruh materi terkait tugas Anda ke satu folder khusus, kemudian teman-teman Anda akan dapat dengan mudah mengakses materi dan mengerjakan tugas tersebut dimanapun mereka berada. Anda tidak perlu lagi menghabiskan sepanjang malam berkumpul di kampus untuk mengerjakan tugas.
Layana ini hanya dapat digunakan khusus para pengguna Windows Live yang aplikasinya dapat diunduh cuma-cuma di http://www.windowslive.com/ Tentu saja Anda hrsu selalu terhubung ke internet untuk dapat memanaatkan semua layanan tersebut. WAH
