Archive

Archive for the ‘IT’ Category

Sertifikasi Profesi Depkominfo agar Pekerja IT Mendunia

August 30, 2009 kembars Leave a comment

Setuju, asal proses pemberian sertifikasi dilakukan dengan integritas yang baik sesuai dengan standar internasional!

=====================

Jakarta – Sertifikasi menjadi syarat utama bagi para pekerja IT jika ingin bekerja di perusahaan IT skala internasional. Menjawab kebutuhan akan sertifikasi profesi IT, Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) akan menggelar program sertifikasi profesi IT tersebut. Dalam waktu dekat ini akan dibuka 2 IT training center.

Program sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja profesional di bidang IT. Sehingga para pekerja IT tersebut bisa memiliki daya saing. Selain itu jumlah lulusan perguruan tinggi di bidang IT setiap tahunnya lebih dari 30.000 lulusan.

“Keahlian di bidang IT sangat banyak. Bisa mencapai ratusan keahlian. Tapi bagaimana sertifikasinya? Selain itu, sertifikasi juga membuka kunci global sehingga tenaga kerja kita bisa bersaing di skala global,” papar Cahyana Ahmadjayadi, Kepala Badan Litbang dan SDM Depkominfo saat berbincang dengan detikINET di sela acara Seminar Budaya Cyber di GSG Salman ITB, Sabtu (29/8/2009).

Cahyana menambahkan bahwa dalam rangka program sertifikasi tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan merampungkan dua IT training center. Yang pertama di wilayah Jababeka akan dibuka IT Profesional Training Center dan di Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah akan di buka National ICT Training Center.

“Oktober ini rampung. Lebih dari 50 keahlian untuk disertifikasi. Dan semuanya sesuai standar kompetensi kerja dalam bidang IT. Sehingga orang yang bekerja di bidang IT betul-betul punya keahlian dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya ( afz / fyk )

Categories: IT Tags:

Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya

August 24, 2009 kembars Leave a comment

Setuju banget, most (or all?) of them are spreading to the use of usb-flash disk.  Karakteristiknya unik, sehingga menyulitkan AV engine untuk mendeteksi keberadaan virus2 lokal ini.

=======================

JAKARTA, KOMPAS.com – Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.

“Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini,” kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. “Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus “configure”. Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 (“configure” varian AQ).

“Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA,” katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, “coolface & coolface MP3 player”, W32/Kill AV, pendekar “blank”, pacaran, “blue fantassy”, “Windx-Matrox”. Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. “Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel,” katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

“Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS,” katanya.

Categories: IT, security

Pemblokiran Word

August 22, 2009 kembars Leave a comment

dari situs detikinet

wah, ini baru seru …. ngga kebayang repotnya adaptasi yang mesti dilakukan oleh user-user Word. Uninstall, convert, dan training yang harus dilakukan  :-)

===============

Microsoft: Pemblokiran Word Picu Gangguan Besar
Fino Yurio Kristo – detikinet

Word (ist)

Texas – Pengadilan Texas di Amerika Serikat memerintahkan agar Microsoft menghentikan penjualan software Microsoft Word dalam 60 hari. Tak terima dengan keputusan tersebut, Microsoft pun mengajukan banding.

Pemasaran Word distop di Amerika Serikat karena teknologinya dinilai melanggar paten milik perusahaan bernama i4i. Namun Microsoft meminta keputusan itu ditunda sembari mereka mempersiapkan diri mengajukan banding.

Mereka tetap bersikukuh bahwa bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa Microsoft tidak melanggar paten dan pengadilan telah membuat beberapa kesalahan.

Dalam dokumen pengadilan, Microsoft menilai keputusan itu jika benar-benar dilaksanakan dapat menimbulkan ‘kerusakan yang tak dapat diperbaiki’ pada perusahaan karena salah satu produk utamanya tak tersedia di pasaran.

“Keputusan itu tidak hanya memblokir distribusi Word, namun juga seluruh paket Office yang mengandung program-program lain,” demikian pernyataan Microsot.

“Kecuali jika Microsoft mampu mendesain ulang Word dan menyalurkannya ke seluruh distributor dalam waktu yang ditetapkan, Microsoft dan para distributor akan menghadapi kemungkinan gangguan masif terhadap penjualan,” tambah Microsoft yang dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Kamis (20/8/2009).

Sedangkan pihak i4i sendiri mengaku tidak bermaksud untuk menghancurkan Word, namun lebih untuk melindungi patennya. Loudon Owen, chairman i4i malah menyatakan Microsoft memang seharusnya mengajukan banding terkait pentingnya Word bagi Microsoft.

Categories: IT Tags:

Linux di COMPAQ Proliant 1600 (bagian 2) : Messaging Server

May 30, 2009 kembars Leave a comment

Melanjutkan catatan terdahulu, kali ini di atas Red Hat 9 tersebut akan diinstall layanan (internal) messaging server. Berbekal nekat, snack, kopi susu, google dan majalah InfoLINUX edisi 6/2009 maka petualangan pun dimulai.  Setelah ditimbang-timbang, messaging server yang dipilih adalah Openfire Server.

Apa itu Openfire Server, bisa dilihat disini, situs resminya.

Secara umum, referensi yang dipergunakan adalah dokumentasi di link berikut dan majalah InfoLINUX edisi di atas.

Persiapan 1 – Download Source

Langkah pertama tentu adalah mempersiapkan source Openfire Server, bisa didownload di situsnya. Hingga saat ini, versi terakhir adalah 3.6.4.  Per catatan ini dibuat, software ini telah diunduh lebih dari 3 juta kali. Openfire Server berlisensi Open Source GPL dan tersedia untuk versi Windows, Mac dan Linux. Untuk versi linux, source tersedia dalam bentuk .rpm, .deb, .pkg.gz dan tar.gz. Jadi, silakan download sesuai dengan distro Anda.Karena saya mempergunakan Red Hat, maka saya pergunakan .rpm.

Persiapan 2 – Web Server

Ketika melakukan instalasi server Red Hat, saya telah pula melakukan instalasi webserver sehingga saya hanya perlu memastikan service web server telah berjalan.

Dengan root, ketik di terminal: /etc/init.d/httpd start

Kemudian, dengan browser Anda, coba masuk ke http://localhost/ untuk memastikan webserver Anda telah siap. Apabila belum, Anda perlu membuka2 lagi dokumentasi mengenai instalasi web server.

Persiapan 2 – Database

Sebenarnya, Openfire server juga menyediakan embedded database dalam servernya. Akan tetapi, dalam catatannya disebutkan bahwa performancenya tidak sebaik database-database seperti MySQL, SQL Server atau Oracle. Sehingga saya putuskan untuk mempergunakan MySQL sebagai databasenya. Sebenarnya, seperti halnya web server, saya telah melakukan instalasi MySQL database ketika melakukan instalasi server. Namun demikian, ternyata versi bawaan Red Hat ini tidak compatible dengan requirement Openfire Server dan menimbulkan masalah dalam proses instalasi. Untuk dapat melakukan instalasi Openfire Server, diperlukan versi 4.1.1.8 ke atas (disarankan versi 5).  Sehingga saya sarankan untuk TIDAK melakukan instalasi MySQL server dalam proses instalasi server, dan melakukan instalasi MySQL Server secara terpisah.

Anda dapat mendapatkan sourcenya di situs MySQL. Anda perlu melakukan download Server, Client, Shared Libraries dan Shared Compatibility Libraries. Pilih yang sesuai dengan distro Anda. Untuk saya, saya pergunakan Red Hat Enterprise Linux 3 RPM.

Kemudian lakukan proses instalasi. Comment umumnya adalah

# rpm -ivh <nama file.rpm>

Setelah Anda yakin MySQL telah terpasang dengan benar:

  1. login ke mysql dengan root
  2. create database untuk openfire
  3. create user, granted all, flush privileges

Instalasi Openfire

Untuk melakukan instalasi, masuk ke root dan ketik di terminal:

rpm -ivh openfire_3_0_0.rpm

Start Openfire Server:

/etc/init.d/openfire start

Untuk linux, openfire akan terinstall di /opt/openfire. Kemudian masuk ke MySQL dan create schema openfire di database MySQL Anda:

  1. import schema openfire dari directory instalasi openfire:
    cat openfire_mysql.sql | mysql [databaseName];

Setup Openfire Server dilakukan dengan “web based wizard”. Apabila Openfire Server telah terinstalasi dengan benar, Anda seharusnya dapat mengakses setup page di http://localhost:9090.

Ikuti langkah-langkah setup-nya. Simple and Straight Forward. Biasanya problem terjadi di koneksi Openfire Server dengan MySQLnya. Jangan putus asa, Mr Google akan banyak membantu!

Satu lagi, saya ngga yakin ini bugs atau bukan. Tapi ketika setup telah selesai dan saya ingin login dengan admin, password saya selalu dibilang salah. Untuk solve masalah ini, tinggal restart Openfire Server Anda!

/etc/init.d/openfire restart

Saat ini, Openfire Server saya sedang diuji coba. Untuk chat client, saya gunakan Pidgin bagi user yang mempergunakan Microsoft Windows. Saya juga sudah coba Kopete, tapi sepertinya komunikasi antara Pidgin dan Kopete ngga mulus. Ini masih jadi PR.  Saya juga mesti memastikan fungsi file sharing bisa berjalan dengan baik.

Categories: IT, Linux Tags: ,

Linux di Server COMPAQ PROLIANT 1600

May 19, 2009 kembars Leave a comment

Mumpung masih fresh, dan mumpung saya lagi pengen nulis maka saya pandang perlu untuk share pengalaman ini.

Ceritanya, saya dapat “warisan” sebuah server tua -yang kata System Administrator saya mesinnya lumayan bandel- yang sudah out-of-support dan tadinya akan didaftarkan di kategori mesin-mesin yang akan di-disposed. Ketika diserahterimakan ke saya, masih ada Microsoft Windows 2000 Advanced Server “nangkring” di sana. Di benak saya, nih OS mesti dihancurkan dulu, bukan karena apa-apa, selain OS-nya ngga memungkinkan untuk diupgrade ke versi yang lebih tinggi,  saya juga ngga mau membebani kantor dengan ongkos lisensi. Lha wong tadinya mesin mau dibuang, kok ….?

Mesti diganti Linux yang free, tapi problemnya begitu banyak distro, mana yang paling cocok? Rencananya mesin ini akan jadi server internal departemen dan untuk keperluan “eksperimental” … hehe. Jadi, untuk server bukannya desktop.

Terus terang, saya belum pernah megang server. Ini pertama kali saya dapat “mainan” server betulan. Biasanya, saya ngoprek di PC yang saya kemudian jadikan “server”.  Bengong sebentar, ada CDROM, ada slot untuk tape, 2 buah SCSI disk, 512 RAM, liat ke belakang mesin -mana colokan keyboard, mana untuk mouse (masih PS2) dan mana untuk monitor. Karena saya cuma dapet body alias servernya doang, saya kemudian  celingak-celinguk cari monitor, keyboard dan mouse. Setelah dapet pinjeman, kemudian colok sana-colok sini, dan nyalakan … yups, berjalan dengan baik dengan Windows Advanced Server 2000 di dalamnya.  Kemudian dengan percaya diri, saya masukkan CD Ubuntu 9.04 ke dalam CD ROM nya, reboot dan whoila …. di layar monitor keluar ‘funny characters”! Even live CD ngga mau jalan.

Nah lo! Gimana cara formatnya? Googling sebentar, nemu petunjuk di http://ubuntuforums.org/archive/index.php/t-984537.html. Oh, ternyata perlu CD Compaq SmartStart …. ehm, mesti minta dulu ke System Admin. Setelah dapet, ikuti langkah-langkah di link itu, cukup straight forward kok. Intinya, format disk dan menyiapkan disk untuk kernel linux.

Beres? Oh, jangan senang dulu my friend, perjalanan ternyata masih jauh. Ternyata Ubuntu 9.04 ngga bisa. Lagi-lagi keluar ‘funny characters’ di monitor. Okey, mungkin kernel version-nya ketinggian. Ambil BlankOn 2.0, jangan lupa ketik kernel option “acpi=off noapic nolapic” dan instalasi berhasil hingga selesai. Tapi ….. begitu reboot, monitor blank! Sepertinya problem di VGA ya? Lha wong kalo text mode, mau kok? Googling lagi, dapat petunjuk sedikit. Masuk ke recovery mode, utak-utik ‘xorg.conf’ nya. Masih gagal, hingga jam pulang, layar masih blank dan BlankOn 2.0 sudah terinstall, jadi ngga bisa dipakai. Bah! Jangan-jangan harus pakai server yang text mode nih?

Hari pertama gagal. Besok semua CD Linux yang di rumah mesti dibawa!

Esoknya, datang ke kantor pagi-pagi. Googling … cari alternatif linux yang proven jalan di Proliant 1600. Hasilnya: Red Hat, Suse dan Gentoo. So far, Mandrake, Debian dan Ubuntu juga ada tapi belum proven. Yo wis, padahal paling familiar sama mereka, tapi apa boleh buat?

Penasaran, coba Mandrake 10 dulu dengan text mode. Instalasi sukses, tapi problem serupa dengan Ubuntu. X-Server ngga naik. Males ngoprek lagi, langsung ganti dengan Red Hat 9. Ternyata stuck … monitor unknown, begitu kata Anaconda. Wah kenapa nih? Googling lagi, ketemu jawabnya!

http://www.fixya.com/support/t94638-problem_install_rh9_proliant_1600, ternyata just simple ketik option “linux nousb” dan wusssss …. instalasi berjalan lancar. Reboot, dan tampilan topi merah muncul di layar. Alhamdulillah!

Di hari kedua, server tua saya sudah berkibar .. siap untuk di’oprek’ :-)

Ketika saya pamer sama System Administrator saya, dia malah ngeledek, “tuh saya nginstall Windows Server 2008 cuma 2 jam, Pak?”

Huh!

hehehe

Please Try Again

April 27, 2009 kembars Leave a comment

Officially, sebulan terakhir ini saya menjadi pengguna Open Suse 11.1  Namun demikian, saya masih mengikuti berita-berita yang terkait Ubuntu. Biasanya, saya selalu melakukan pre-order versi terakhir sebelum tanggal rilis versi terakhir. Tapi entah karena apa kali ini saya kok bisa lupa untuk pre-order versi terakhir dari Ubuntu 9.04 (code: Jaunty Jackalope).

Nah,saat berniat request free CD dari situs https://shipit.ubuntu.com/  …. kok dapat tampilan seperti ini:

Thanks for your interest in ordering Ubuntu CDs!

Ubuntu’s ShipIt CD ordering system is offline right now due to exceptionally high interest following the release of Ubuntu 9.04. Come back here in a day or two if you’d like try again.

The best way to get hold of Ubuntu 9.04 right now is to download a CD image via BitTorrent.

Visit the Ubuntu download site.

Thanks for your patience.

Halah!

Jangan2 kaya server BEI yang “hang” :-)

LIPUTAN SECURITY NIGHT 15 – CYBERSAFE DAN KRISIS EKONOMI

December 20, 2008 kembars Leave a comment

Setelah terlewat beberapa kali acara Security Night, akhirnya Kamis malam, 18 Desember 2008, lalu saya berhasil juga datang ke acara rutin milik Komunitas Keamanan Informasi (KKI) ini. Kemarin, sebagai tuan rumah adalah rekan-rekan ABFI PERBANAS, di kampusnya di seputaran Kuningan, Jakarta Selatan. Topik malam itu adalah Cybersafe dan Krisis Ekonomi.

Sedikit molor dari jam yang tertera pada undangan karena menunggu beberapa rekan yang terjebak gerimis dan macetnya Jakarta di sore itu, tepat jam 19.15 acara dibuka.

Presentasi pertama oleh Irwin dari Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) yang membawakan project OpenDNS dari AWARI yang diberi nama NAWALA.

Secara singkat, OpenDNS adalah alternatif Domain Name Server (DNS) yang dapat dipergunakan sebagai pengaman dalam berinternet. NAWALA akan melakukan filtering terhadap situs-situs yang terkategori pornografi, judi, adware/malware dan phising. Keuntungannya, pengguna tidak perlu repot-repot melakukan filtering di sisi end-point (PC), cukup dengan mengarahkan alamat DNS ke OpenDNS ini.

Alamat OpenDNS ini adalah:
203.34.118.10 (primary)
203.34.118.12 (secondary)

Meski tujuan project ini adalah untuk memberikan perlindungan pada pengguna warnet terhadap ancaman-ancaman dunia maya yang semakin gencar, tidak menutup kemungkinan OpenDNS ini dapat dipergunakan di lingkungan pengguna rumahan dan sekolah-sekolah.

Secara lengkap, informasi mengenai project ini dapat dilihat di:

http://awari.or.id

Presentasi kedua oleh Gildas dari KKI mengenai implementasi praktis security budget di saat anggaran security dipangkas karena krisis ekonomi. Beberapa yang bisa dilakukan adalah klasifikasi terhadap aset informasi, pengendalian terhadap akses ke sistem informasi (termasuk management password, rotasi karyawan, dll) dan juga penggunaan (sekaligus demo) tools open source dalam enkripsi.

Malam itu disinggung juga persiapan HKKI tahun 2009. Dan yang istimewa di malam itu hadir Duta KKI yaitu Syaharani!

Secara resmi acara berakhir jam 22.20, meski prakteknya masih banyak yang tinggal untuk ngobrol. Tapi, saya sudah mesti balik karena masih harus nyetir 50 menit lagi ke rumah :-(

Categories: IT, security Tags: ,

Mencoba Blogging dari Microsoft Office 2007

September 14, 2008 kembars Leave a comment

 

Meski pernah diulas di beberapa media beberapa waktu lalu, baru kali ini sempat mencoba posting langsung dari fitur Microsoft Office 2007. Mudah sekali, tinggal mengikuti wizard untuk meregister blog providers, username dan password. Ketika sudah terhubung dan terotentikasi, maka kategori yang ada di blog juga sudah tersedia.

Di menu Office akan tersedia menu blogging:

  1. Publish (publish, published as draft)
  2. Home page
  3. Insert category
  4. Open existing
  5. Manage Account

Seru juga.

Hanya satu hal yang mengganjal, setiap kita akan “bertransaksi” selalu muncul warning bahwa ada kemungkinan orang lain akan dapat melihat informasi yang dikirimkan termasuk username dan password. Berarti traffic yang dikirim ngga encrypted dan bisa di-sniff ya?

Ada yang bisa comment soal security mengenai ini?

 

 

Categories: IT

Hardy Heron dan Vista di Acer Aspire 2920

September 3, 2008 kembars Leave a comment

Secara umum, laptop ini cukup menarik. Reasonable price, small but powerful enough. Dilengkapi dengan processor Intel Core 2 Duo T5750, monitor 12″, RAM 1GB DDR2, Hard disk 160 GB, Wireless LAN, Web Cam dan Bluetooth. Sudah beberapa bulan, laptop ini menemani saya berpetualang.

By default, laptop ini pre-install dengan Vista Home Basic -sudah coba saya nego dengan penjualnya agar bisa beli “kosongan” tapi tidak berhasil, akhirnya terpaksa juga saya mencicipi Vista :-) . Selain itu, laptop ini juga dilengkapi dengan software pre-install termasuk Microsoft Office Trial 60 hari (ehm, tinggal berapa hari nih?) dan McAfee Anti Virus Trial. Jujur, saya ngga terlalu tertarik. Yang ada di kepala hanya gimana caranya si Hardy bisa “nangkring” di laptop ini. Sayangnya, saat pembelian tidak laptop ini tidak dilengkapi dengan CD/DVD recovery. Kata si penjual, itu harus dibuat sendiri.

Berikut adalah langkah-langkah umum “menaikkan” Hardy ke laptop ini:

Langkah Pertama, buat recovery DVD. Kata si penjual, perlu 2 keping DVD untuk membackup seluruhnya. Untungnya ada aplikasi bawaan dari Acer untuk ini. Simple dan straight forward. Hanya saja, ternyata proses backup ini lumayan makan waktu.

Langkah Kedua, lakukan defragment hard disk. Dari tokonya, sudah dibuat 2 partisi. Satu sistem dan satu data. Karena nanti disk bakal kita partisi, ada baiknya, dilakukan defrag pada disk.

Langkah Ketiga, gunakan Hardy Heron Live CD. Dalam posisi Live CD, gunakan Partition Editor untuk mengedit partisi. Be careful, meski sudah berkali-kali saya melakukan hal ini dalam proses instalasi Linux, tetap saja bagian ini yang membuat grogi :-) Setelahnya, lakukan instalasi Hardy dari Live CD, ikuti langkah instalasinya step by step. Mestinya sih ngga ada masalah, pada laptop saya, instalasi berjalan mulus. Begitu selesai, sistem restart dan yupp …. GRUB sudah aktif. Pilihan OS muncul di situ. Mau Ubuntu 8.04 atau Vista/Longhorn.

salah satu komplain saya pada distro ini adalah tampilan GRUBnya yang kurang manis. Beda dengan misalnya SuSE atau Mandriva. Bisa diubah sih, tapi kenapa sih ngga dibuat aja …. :-)

Hebatnya, Ubuntu Hardy Heron, bisa berjalan dengan mulus di laptop ini. Wireless adapter bisa langsung dikenali dan bekerja dengan baik. Webcam bisa dikenali oleh paket Cheese. Dua hal yang belum saya coba adalah modem -sepertinya ngga terdeteksi- dan bluetooth. Fungsionalitas yang jarang saya pake.

Langkah Keempat, sebenarnya laptop sudah dalam kondisi ‘ready-to-go”, tapi kurang lengkap rasanya apabila Anda tidak menambah beberapa paket aplikasi. Apabila sudah punya DVD repository, daftarkan DVD pada source. DVD repository berisikan paket-paket program yang ada di distro Ubuntu yang amat berguna bagi Anda yang fakir bandwitdh seperti saya. Seluruhnya ada 5 keping DVD repo yang bisa Anda beli di toko-toko online (lihat www.ubuntu-id.org). Apabila tidak, saya sarankan Anda mengarahkan repository Anda ke mirror lokal untuk menghemat bandwidth.

Langkah Kelima, Make Up. Install compiz manager, AWN, dan theme yang Anda suka.

Sekarang, Hardy sudah bisa menemani saya bekerja dan berpetualang. Sekali-sekali saya menengok si Vista hanya untuk melakukan update system dan AV-nya. But most of my time, si Hardy yang menemani saya.

Categories: IT, ubuntu Tags: ,

Seri InfoSec Management Concept – Konsep Penting

June 30, 2008 kembars Leave a comment

Berikut adalah konsep penting lain dalam Information Security Management:

Identifikasi
sarana dimana pengguna menunjukkan identitas mereka ke sebuah sistem. Misalnya: untuk access control.

Otentikasi
proses pembuktian identitas pengguna. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengguna adalah benar-benar sesuai dengan identitas yang ditunjukkan.

Akuntabilitas
kemampuan sistem untuk menentukan segala tindakan yang dilakukan pengguna. Contoh: audit trail dan audit log.

Otorisasi
hak dan ijin yang diberikan pada seseorang atau proses, pada sebuah sistem. Otorisasi akan menentukan sampai sejauh mana hak akses diberikan.

Privacy
Tingkat kerahasiaan dan privacy yang diberikan pada pengguna oleh sistem.