Panggung Sandiwara

“Dunia ini panggung sandiwara,
ceritanya kita mainkan …” (Ahmad Albar, Panggung Sandiwara)

Benar2 seperti melihat panggung sandiwara apabila kita mengikuti kisah cinta segitiga artis ND, suaminya FA dan AS (?). Pernikahan diam2, tahap ‘denial’, pembuktian oleh media massa, dan akhirnya keluar pengakuan. Hebatnya, ngga malu, tuh … 🙂

Sebuah fenomena yang menarik, bila mengamati bagaimana peran media massa (baca: info-tainment) membongkar sebuah kebohongan yang dilakukan oleh seorang pengacara ternama.

But, hey … where’s the protection of a privacy?
Apakah karena dia selebriti maka berlaku baginya “no more privacy?” ?

Bila jawabnya “ya”, alangkah mahalnya …

Advertisements

Heboh Putri Indonesia …

Kemaren kebetulan nonton berita di TV tentang tanggapan sang putri Indonesia mengenai pro-kontra keikutsertaannya di Miss Universe. Soal pose bikini dan ‘top-less’ yang beredar di milis2 gelap belakangan ini … (pasti udah punya, kan ?) Pake nangis segala lho ….

Pro dan Kontra
Salah satu komentar yang menarik dari doi adalah “saya tidak mungkin menyenangkan semua orang”. Hmmmm, tough juga rupanya doi. Boleh juga … angkat topi untuk keteguhan hati untuk meraih tujuan.

Gw tidak akan mengomentari dari perspektif religi -bikini stuff. Biar jadi urusan ybs. dengan Tuhan 🙂

Gw cuma ingin melontarkan bbrp pertanyaan ‘nakal’ yang ada di kepala gw:

Tapi, apa benar kita perlu punya Putri Indonesia? Apakah benar me-representasikan dan meningkatkan derajat wanita Indonesia? Apakah pengaruh keikutsertaan ke Miss Universe akan menjadikan Indonesia lebih baik? Apakah keinginan sang Putri mencerminkan keinginan semua wanita Indonesia? Bukan segelintir orang yang mengatasnamakan bangsa? What’s in it for Us?

Bukannya lebih baik melakukan hal2 lain yang kongkrit, kongkrit dan kongkrit untuk membuat bangsa kita lebih baik.

First Thing First …

Matinya Nurani ….

Beberapa hari belakangan, di mass media ramai memberitakan kisah seorang pemulung yang harus membopong sendiri jenazah putrinya – yang meninggal karena tidak terobati dengan layak- naik KRL, karena ngga punya biaya ambulan dan penguburan.

Sedih ya …

Ada 2 hal yang harus dilihat di sini:

  1. Kegagalan pemerintah menyediakan biaya pengobatan murah/gratis bagi penduduk tidak mampu. Kalau yang ini, gw ngga comment dah … mending ‘keep golput’ aja 🙂
  2. Kegagalan kita sebagai sesama manusia untuk peduli dan “membuka mata” terhadap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Sungguh ironi, padahal di televisi sedang musim model reality show “bagi-bagi rejeki” kepada kaum pa-pa.Duh …., di mana pula kasih sayang dan tolong menolong terhadap sesama yang dulu wajib kita pelajari di sekolah (ingat ‘PMP’). Saya dengar dari seorang rekan, seorang karyawan ditodong dan dirampok di atas jembatan penyeberangan jalan Sudirman, tanpa mendapatkan bantuan dari orang2 yang berada di sekitar situ ! Coba ingat, berapa banyak korban perampokan yang terjadi di tengah keramaian, tanpa bisa berbuat apa2 ! Bahkan ditempat ramai sekalipun kita sudah tidak merasa aman . Jangan2 kita perlu Batman or Superman !!

Lesson learned:

  1. Tetap Golput … disclaimer: ‘ini bukan ajakan’
  2. Buka mata dan buka hati. Seperti yang Aa Gym ajarkan, mulai dari diri sendiri, dan lakukan mulai sekarang ….
  3. I still think that we need a Hero 🙂

Jaman Edan…

Sepertinya sekarang memang jaman edan.

Coba cek:

Seorang celeb berinitial SH, mengaku anaknya bukan hasil hubungan dengan ayahnya yang sah (SD) melainkan dengan orang lain (TS).

Ada lagi yang tau2 punya anak, ngga tau dengan siapa …. (SA)

Yang lebih gila, ada yang dengan bangga hidup bersama tanpa nikah. Untung bukan gw RT-nya 🙂

Yang namanya tabloid dan televisi lebih gila lagi. Berita kriminal ditampilkan tanpa edit. Pembunuhan, pemerkosaan, jenazah sudah jadi hal lumrah. Cerita hantu, perburuan hantu, alam gaib sekarang lagi trend. Pocong, genderuwo, kuntilanak dan jin jadi akrab di telinga anak-anak kita.

Filem porno gampang banget dapetnya. Murah lagi. Tinggal ke glodok atau ikutan milis tertentu (you know-lah!).

Busana cewek lebih ‘lher’ lagi. Yang dulu ditutup2in sekarang dipamerin. Puser dan celana dalam warna-warni bisa di’intip’ dengan mudah. Tinggal ke mall2 atau bioskop.

Waduh …. jaman anak2 gw gede ntar gimana ya?

Jangan2, saat mereka dewasa yang bisa kita lakukan hanya 2 hal:
1. Bekali dengan ilmu agama dan kebaikan.
2. Bekali dengan good quality condoms 🙂