Countdown to DT Concert, 27 January 2006 – a warming up

Sebagai pemanasan untuk persiapan nonton konser DT 27 Jan 2006 nanti, berikut adalah komentar gw untuk tiap2 albumnya … yg gw punya tentu aja. Urut dari album yang pertama sampai album yang paling akhir gw denger. Subjective … of-course ! Tapi Anda2 dilarang protes, silakan aja nulis sendiri kalau ngga setuju šŸ™‚

WHEN DREAM AND DAY UNITE

CD ini gw beli belakangan, pas ada kesempatan dinas di Kuala Lumpur tahun 2000. Saat itu, di Indo susah banget carinya. Gw beli karena harus punya aja, gara-gara pengen tau seperti apa vokalis Charlie Dominicci itu. Eh, ternyata seperti dengerin vokalis2 heavy metal yang melengking2 … hiiiiii. Lagu Unggulan: “Ytse Jams” dan “Killing Hands”

IMAGES AND WORDS

Ini album pertama DT yang gw denger. Masih bentuk kaset. Dapet minjem lagi dari temen (thanks untuk Dede, Iman, Hananto dan Agung). Bolak balik diputer, dibalikin terus pinjem lagi, hehe. Gila banget ni group, pikir gw waktu itu. Saat gw bosen dengan heavy metal, American Hard-Rock dan Glam-rock yang saat itu lagi tren, eh … ada juga band ‘gila’ yang menggabungkan progressive music ala Yes, heavy metal ala Iron Maiden, dengan vokalis yang punya warna suara seperti Geoff Tate (QR) dan Bruce Dickinson (Iron Maiden) pula! Full technique, ruwet, penuh sinkop, durasi lagu yang panjang2 dan ‘ketukan’ not yang ngga biasa … dan gitarisnya sangar abis. This is what I have been looking for …. ! Yang paling dulu ‘nyantol’ tentu aja “Another Day” yang super melodius dengan iringan saxophone dari Jay Beckenstein (Spyrogira), kemudian “Pull me under” baru diikuti lagu2 lain. Lagu unggulan: “Another Day”, “Metropolis pt.1”, “Surrounding” dan “Learning to Live”.

Belakangan, saat gw sempat jalan2 ke Singapore, gw beli CD Bootleg live version dari album ini. Kualitas recordingnya jelek banget, tapi lumayan bisa denger “Another Day” dibawain live.

AWAKE

Album kedua yang gw denger. Pertama kali di-copy-in sama teman satu kantor di KAP Supoyo (namanya Bayu) dalam format kaset. Kaget juga pas dengernya. Lha kok metal abis, serasa dengerin Metallica versi prog-nya. Full “ejeg-ejeg” …. šŸ™‚ Sekali ‘spin’ ngga langsung ‘nyantol’. Jadinya lama ditaruh aja di rak kaset. Baru beberapa bulan kemudian cobain denger lagi, eh … kok dapet. Lagu unggulan: “Erotomania”, “Lifting Shadows-off a Dream”, “Silent-Man”, dan “Space Dye-Vest”. Album terakhir Kevin Moore gabung dengan DT.

LIVE AT THE MARQUEE

Pas maen ke rumah temen (Erry Susetyo di Krg. Wismo, Sby) dikasih tau kalo ada yang punya versi live DT. Wuih … Langsung gw minta dicopy-in. Format kaset. Belakangan ternyata ini adalah Live at The Marquee. Kualitas rekamannya OK, mostly mainin lagu2 di “Images and Words” dan sedikit “When Dream and Day Unite”. Sering banget gw dengerin … one of their best performance, sayang, no “Another Day”.

A CHANGE OF SEASONS

Kaset ketiga yang gw beli. Berisikan satu epic “A Change of Seasons” di side A dan live Cover version di side B. ACos adalah lagu terpanjang dari DT pada saat itu (sekitar hampir 20 menit), terdiri atas beberapa bagian. Gw paling suka intronya. Belakangan gw baru tahu kalo lagu ini direkam saat recording “Images and Words”. Direlease atas banyaknya permintaan penggemar. Side B berisikan rekaman performance mereka membawakan lagu2 orang dengan style tetap DT. Gw paling suka “Archilles Last Stand”nya Led Zepplin dan “Perfect Stranger”nya Deep Purple.

FALLING INTO INFINITY

Entah karena pengaruh musik dari keyboardis baru mereka (Derek Sherinian) atau karena apa, musik mereka di album ini jadi terasa berbeda dengan album2 mereka terdahulu. Ngagetin juga … bagi sebagian orang mungkin terasa kurang ‘nge-prog’ ! Buat gw sih “Trial of Tears” dan “Hells Kitchen” tetap kupingable. Ada dua track yang tergolong mellow di album ini yaitu “Hollow Years” dan “Anna Lee” yang potensial untuk menjadi hits MTV (hehe). But still, definitely bukan album terbaik mereka, IMHO…

ONCE IN A LIVE TIME

Rekaman Live dan double CD (Mahal bo’). Mostly direkam pas live show mereka di Europe. Ngga terlalu bagus kualitas soundnya dan vokal Labrie ‘dicerca’ abis di record ini. CD yang paling jarang gw dengerin. Masih lebih menarik nonton versi DVD “Five Years in a Live Time” utamanya saat jam session bareng vokalisnya Napalm Death, Marillion dan Steve Howe dari Yes.

SCENES FROM A MEMORY – METROPOLIS PART TWO

This record rules! DT with a concept album … who ever think of that. T O P abis! Memperkenalkan keyboardis baru mereka Jordan Rudess -pernah maen bareng Petrucci dan Portnoy di Liquid Tension Experiment project- yang IMHO merupakan ‘the missing piece’ menjadikan album ini menjadi sangat layak koleksi. Seolah kita dibawa nonton film, diayun2 dengan irama yang mellow, kenceng, amat kenceng, pelan, terus naik, slow lagi, dan seterusnya. Istri gw aja suka ama beberapa lagu di album ini. Gw juga berhasil memperkenalkan DT pada rekan2 gw di EY (Wiwin dan Yanti) berkat album ini. Lagu unggulan gw: Regressions, Home, Spirit Carries On, dan Finally Free. Eh, hampir semua lagu enak dink!

Gw juga dapet copy-an Live Scenes From New York dalam format mp3 (thanks to Bro Andrew Linggar). Cover CD ini sempat ditarik dari peredaran karena ada gambar WTC towernya.

Live DVD-nya juga TOP abis. Bagian I merupakan full version dari CD-nya, dan bagian II merupakan versi live dari “A Change of Seasons”, “Erotomania”, dan “Learning to Live”.


SIX DEGREES OF INNER TURBULENCE

Gw paling benci ama double CD … bikin bangrut šŸ˜¦ Belinya bela2in order ama Music + di Sarinah. Begitu dapet, ritual buka plastik segel, spin CD 1 … lha kok ngga ‘nyantol’ ya? Rasanya musiknya rada2 berbau rock alternatif ala limp bizkits, hehe. Tapi “Misunderstood” dan “Dissappear” langsung bisa diterima. Pas spin CD 2, dibuka ama “Overture” … wuih, ini dia musiknya DT! Angkat topi buat Jordan Rudess yang berhasil memberi nada2 unik semi orkestra di musik DT. Lagu unggulan: “Overture”, “Dissapear” dan “Goodnight Kiss” … ih, lagu ini lirik dan solo gitarnya bikin mrebes mili dan merinding. Kisah ibu yang terpisahkan dengan anaknya karena gila, hiks.

TRAIN OF THOUGHTS

Pas masa tunggu pembuatan ToT ini, sempat denger berita kalau DT maenin lagu2 Iron Maiden dan Metallica ‘Master of Puppets”. Perasaan gw ngga enak nih … heheh (ikutan Tora Sudiro). Ternyata beneran! Album ToT ini metal abis. To be frank, gw gak terlalu “tune-in” ama album ini. Bau Metallica-nya kentel banget. Dengerin intro “Endless Sacrifice” jadi ingat “Sanatorium (Welcome Home)” … wah, mereka bener2 inspired nih… Tapi, “Stream of Consciousness” (bener ngga ya nulisnya?) enak banget. Lagu unggulan: As I Am, Endless Sacrifice, Stream of Consciousness.

DVD Live in Budokan dirilis, dan of-course gw beli bajakannya šŸ™‚ Mostly membawakan lagu2 dari ToT dan 6DoIT. Tapi tampang Labrie agak aneh di video ini … kurus atau sakit? Instrumedley-nya gila abis … dari “Regression” sampai “Paradigm Shift” dibawain. Seru juga lihat si Jordan Rudess bisa menghasilkan musik serame itu hanya dari 1 set keyboard Kurzweill-nya šŸ™‚

OCTAVARIUM

Lagu pertama yang ‘nyantol’ adalah “The Answer Lies Within” yang mellow. Disusul oleh “Octavarium” yang intronya Pink Floyd banget. Secara overall, musiknya mirip2, heheh. Oya, pas “I Walk Beside You” cengkok si Labrie mirip banget ama Bono U2. Lagu unggulan: Octavarium, Sacrified Sons, The Answer Lies Within, Never Enough.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s