Soal Bill Gates ke Indonesia

“Eh, Pak … musuh besar Open Source udah nyampe di Halim tuh!” demikian celetukan rekan sekantor saya siang tadi yang mau ngga mau bikin saya ‘mesem-mesem’. Yup, kedatangan mantan orang nomor satu Microsoft (eh, apa dia masih nomor satu ya?) ke Indonesia ini mau ngga mau bikin semua mata orang TI di Indonesia ‘melotot’ untuk mengikuti kegiatan si Bapak Microsoft ini. Bahkan mungkin sebagian orang sinis dan curiga bahwa bakal ada ‘deal-deal’ rahasia antara Microsoft dan pemerintah Indonesia seperti halnya kasus MoU yang heboh beberapa waktu lalu.

Saya sih berpikir positif aja, bahwa kedatangan si Mr. Gates ke sini membuktikan bahwa dunia TI Indonesia adalah market yang amat potensial. Hal ini juga pernah ia sampaikan melalui rekaman video yang diputar ketika Anniversary Microsoft Indonesia -kalau ngga salah- beberapa tahun lalu, yang kebetulan saya hadiri. Market potensial … ya, tentunya termasuk juga bagi produsen software proprietary dan community open source.

Kalau toh misalnya, rencana Microsoft untuk memberi sumbangan software gratis kepada sekolah-sekolah menengah di Indonesia itu jadi terealisasi, itu pun harus disyukuri … dan kenapa harus ditolak? Jika ada kekuatiran mengenai ketergantungan para siswa tersebut nantinya pada produk-produk Microsoft, kenapa ngga diberikan saja pilihan pada para siswa itu (dengan dual booting instalation atau virtual PC, misalnya). Pada akhirnya nanti mereka toh harus memilih apa mereka perlu pakai software proprietary atau yang seperti Linux, dengan segala konsekuensi biayanya. Menurut saya, yang diperlukan oleh para siswa itu adalah informasi mengenai ketersediaan pilihan dan konsekuensi-konsekuensinya. Karena informasi yang seperti itu yang pada jaman saya sekolah tidak saya dapatkan.

Ini juga tantangan bagi komunitas open source Indonesia sebenarnya. Di sisi lain, pemerintah juga mesti memberikan kesempatan yang sama bagi software open source untuk mendapatkan iklim yang sehat sehingga dapat tumbuh. Saya setuju dengan pernyataan Pak Menkominfo kita -Pak Nuh- yang mengatakan bahwa sekarang adalah saat untuk mendampingkan antara software proprietary dengan open source. Mungkin dengan penerapan open standard -misalnya (yang ini mode sok-tau, hehe).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s