An Evening with Duran-Duran

Akhirnya keinginan untuk nonton Duran-Duran live di Jakarta ngga bisa lagi terbendung …. ! Setelah seminggu bimbang apakah harga tiket Rp 750ribu worth untuk menonton Duran-Duran, ini yang namanya emosi mengalahkan rasio 🙂

Nyampe di venue sekitar jam 19.50, masih kepagian nih … mengingat show baru dimulai pukul 21.00. Beli tiket di ticket box, sementara banyak banget calo di luaran nawarin. Dengan harga lebih murah malah …. aneh ya, dari mana mereka dapat tiket?

Sambil nunggu teman di luar arena, gw asik memperhatikan calon penonton yang lalu lalang, kaum “snob” dan tentu saja: wartawan infotainment dan para celebrity yang saling berinteraksi. Sekilas ada Lilo ex KLA, Maia Ratu, pasangan Pongky Jikustik dan Sophie, Tika Panggabean dan Ujo, Wingky Wiryawan, Rahma Azhari, Radja, Farhan dan banyak lagi. Sebagian besar emang generasi 80’s ya … saat dimana Duran-Duran jadi raja. Bisa dipastikan, ini pasti konser nostalgia.

Masuk ke arena konser, lampu masih terang. Latar belakang panggung adalah set kota besar dengan bangunan-bangunan tinggi. Drum Roger Taylor di kiri belakang, dan Keyboard Set Nick Rhodes di sebelah kanan. Not bad! Persis di depan panggung berderet beberapa baris kursi VVIP, dan setelah pagar pembatas, berdiri penonton festival. Tribun atas diperuntukkan untuk kelas VIP.

Persis jam 21.00, lampu gedung dimatikan dan lampu sorot warna warni panggung dinyalakan, asap tipis memenuhi panggung. Sekilas siluet personel Duran-Duran nampak menaiki panggung dan memainkan “the valley”. Penonton semua histeris!

Seperti saya bilang tadi, IMHO ini adalah konser nostalgia, dimana hampir seluruh penonton menunggu-nunggu dibawakannya hits-hits era 80an, makanya begitu lagu pertama selesai dan Simon teriak, “Are You hungry?” maka seketika penonton melompat dan berteriak,”Yes! Hungry Like the Wolf!”.

Jadinya seperti sudah diduga, saat lagu-lagu seperti A View to A Kill, Save a Prayer, The Reflex, Union of the Snake, Girls on FIlm, Wild Boyz, Ordinary World, Rio dan lain-lain dibawakan, maka koor bareng sukar dielakkan dan JCC seketika menjadi dance-floor. Dan seketika adem ketika lagu-lagu baru (seperti the Valley, Red Carpet Massacre, Skin Divers, dll) dinyanyikan.

Hmm, overall, gw enjoy banget! Lagu-lagu baru Duran-Duran meski ngga 100% nyanthol di kuping, tapi tetap enak dibuat dance. Menikmati vocal Simon yang khas masih mampu menaiki nada-nada tinggi -meski beberapa kali sengaja diturunkan, gebukan drum Roger Taylor, gaya Nick Rhodes -yang oleh Simon di sebut orang planet karena peralatannya yang techie- rajin merekam ulah penonton dari belakang keyboards set dan bintang malam itu, John Taylor yang keren abis!

Worth it lah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s