Surat (E-mail) Kaleng

Yang namanya surat kaleng sampai kapanpun rasanya bakal tetep ada … cuma bentuknya saja yang berubah. Dulu pake amplop tanpa nama pengirim, sekarang sejalan dengan perkembangan teknologi … berubah menjadi email tanpa identitas pengirim yang jelas (tolong bedakan dengan Spam).

Caranya? Amat mudah … tinggal create alamat email gratisan, cari nama palsu, ketik dan kemudian klik “send”. Apabila Anda punya literasi komputer yang cukup baik (baca: seorang cracker), Anda bahkan bisa mengirimkan email atas nama Barrack Obama. Mungkin itu sebabnya dalam UU ITE, diperlukan “Tanda Tangan” elektronik untuk memastikan si pengirim adalah benar-benar pengirim yang sebenarnya.

Sebenarnya, dengan tehnik tertentu, pelacakan email (untuk mencari tahu dari mana email tersebut dikirim dan apabila kita beruntung -siapa pemiliknya) masih mungkin dilakukan asalkan informasi/jejak tertentu tersedia pada email tersebut. Umumnya, informasi itu ditampilkan secara default. Nah, serunya … dengan alasan privacy policy ada email gratisan yang sengaja tidak mencantumkan informasi ini dalam email yang dikirimkannya. Sehingga diperlukan cara lain seperti misalnya social engineering, laporkan ke polisi atau laporkan ke provider email gratisan tersebut. Cara manapun yang akan diambil, tetap perlu tenaga, waktu, pikiran dan bahkan biaya.

Intinya, selama masih ada ketidakpuasan, ketidakberdayaan, ketakutan, iri, dengki, dll …. rasanya buat sebagian orang cara ini dianggap cocok. Kalau kebetulan Anda menerima surat (email) “kaleng” dan ingin tahu siapa pengirimnya, mungkin yang Anda perlu cek dulu apakah Anda punya tenaga, waktu, pikiran dan juga biaya. Kalau jawabannya “ya”, mungkin banyak konsultan “underground” yang bersedia melakukannya untuk Anda. Tapi kalau jawabannya “tidak” … ya, anggap saja sebagai kritik membangun dan bahan introspeksi 🙂

DISCLAIMER:
Ini bukan berarti saya suka mengirim email “kaleng” atau mengajari Anda-Anda untuk mengirimkan email “kaleng” lho ya …. hehe

Advertisements