Sertifikasi Profesi Depkominfo agar Pekerja IT Mendunia

Setuju, asal proses pemberian sertifikasi dilakukan dengan integritas yang baik sesuai dengan standar internasional!

=====================

Jakarta – Sertifikasi menjadi syarat utama bagi para pekerja IT jika ingin bekerja di perusahaan IT skala internasional. Menjawab kebutuhan akan sertifikasi profesi IT, Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) akan menggelar program sertifikasi profesi IT tersebut. Dalam waktu dekat ini akan dibuka 2 IT training center.

Program sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja profesional di bidang IT. Sehingga para pekerja IT tersebut bisa memiliki daya saing. Selain itu jumlah lulusan perguruan tinggi di bidang IT setiap tahunnya lebih dari 30.000 lulusan.

“Keahlian di bidang IT sangat banyak. Bisa mencapai ratusan keahlian. Tapi bagaimana sertifikasinya? Selain itu, sertifikasi juga membuka kunci global sehingga tenaga kerja kita bisa bersaing di skala global,” papar Cahyana Ahmadjayadi, Kepala Badan Litbang dan SDM Depkominfo saat berbincang dengan detikINET di sela acara Seminar Budaya Cyber di GSG Salman ITB, Sabtu (29/8/2009).

Cahyana menambahkan bahwa dalam rangka program sertifikasi tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan merampungkan dua IT training center. Yang pertama di wilayah Jababeka akan dibuka IT Profesional Training Center dan di Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah akan di buka National ICT Training Center.

“Oktober ini rampung. Lebih dari 50 keahlian untuk disertifikasi. Dan semuanya sesuai standar kompetensi kerja dalam bidang IT. Sehingga orang yang bekerja di bidang IT betul-betul punya keahlian dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya ( afz / fyk )

Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya

Setuju banget, most (or all?) of them are spreading to the use of usb-flash disk.  Karakteristiknya unik, sehingga menyulitkan AV engine untuk mendeteksi keberadaan virus2 lokal ini.

=======================

JAKARTA, KOMPAS.com – Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.

“Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini,” kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. “Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus “configure”. Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 (“configure” varian AQ).

“Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA,” katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, “coolface & coolface MP3 player”, W32/Kill AV, pendekar “blank”, pacaran, “blue fantassy”, “Windx-Matrox”. Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. “Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel,” katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

“Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS,” katanya.

Pemblokiran Word

dari situs detikinet

wah, ini baru seru …. ngga kebayang repotnya adaptasi yang mesti dilakukan oleh user-user Word. Uninstall, convert, dan training yang harus dilakukan  🙂

===============

Microsoft: Pemblokiran Word Picu Gangguan Besar
Fino Yurio Kristo – detikinet

Word (ist)

Texas – Pengadilan Texas di Amerika Serikat memerintahkan agar Microsoft menghentikan penjualan software Microsoft Word dalam 60 hari. Tak terima dengan keputusan tersebut, Microsoft pun mengajukan banding.

Pemasaran Word distop di Amerika Serikat karena teknologinya dinilai melanggar paten milik perusahaan bernama i4i. Namun Microsoft meminta keputusan itu ditunda sembari mereka mempersiapkan diri mengajukan banding.

Mereka tetap bersikukuh bahwa bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa Microsoft tidak melanggar paten dan pengadilan telah membuat beberapa kesalahan.

Dalam dokumen pengadilan, Microsoft menilai keputusan itu jika benar-benar dilaksanakan dapat menimbulkan ‘kerusakan yang tak dapat diperbaiki’ pada perusahaan karena salah satu produk utamanya tak tersedia di pasaran.

“Keputusan itu tidak hanya memblokir distribusi Word, namun juga seluruh paket Office yang mengandung program-program lain,” demikian pernyataan Microsot.

“Kecuali jika Microsoft mampu mendesain ulang Word dan menyalurkannya ke seluruh distributor dalam waktu yang ditetapkan, Microsoft dan para distributor akan menghadapi kemungkinan gangguan masif terhadap penjualan,” tambah Microsoft yang dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Kamis (20/8/2009).

Sedangkan pihak i4i sendiri mengaku tidak bermaksud untuk menghancurkan Word, namun lebih untuk melindungi patennya. Loudon Owen, chairman i4i malah menyatakan Microsoft memang seharusnya mengajukan banding terkait pentingnya Word bagi Microsoft.

Lanjutan Kasus EMAIL PRITA : dr Hengky: Pasien Saya Turun Drastis Setelah Ada “E-mail” Prita

Penasaran untuk tahu bagaimana akhirnya …. Ujian buat UU ITE dan pelajaran mahal buat pengguna internet. Siapa yang akan menang?

Btw. bukannya seharusnya yang “kena” adalah yang forward ya?

======================

Rabu, 19 Agustus 2009 | 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang yang memejahijaukan Prita Mulyasari, dr Hengky, mengaku mengalami penurunan jumlah pasien sejak surat elektronik (e-mail) Prita menyebar ke khalayak. Oleh karena itu, dia melalui kuasa hukum RS Omni Internasional Tangerang melaporkan Prita ke kepolisian.

“Ya (e-mail itu mendiskreditkan saya). Pasien saya turun drastis karena takut,” ujarnya di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (19/8).

Hengky juga merasa geram setelah membaca e-mail Prita. Dia mengetahui e-mail itu dari teman-temannya. Prita, dalam e-mail itu menyebutkan, agar teman-temannya berhati-hati dengan dr Hengky.

Pada e-mail itu Prita menuliskan, “Saya informasikan, dr Hengky juga berpraktik di RSCM. Saya tidak menyebutkan RSCM jelek. Tapi lebih hati-hati terhadap dokter ini.”

“Saya merasa itu tidak benar. Tidak sesuai fakta. Saya kesal Yang Mulia,” tukas Hengky.