Pesan buat Ortu: Awareness Itu Perlu !

Sering saya dianggap terlalu berlebihan ketika saya tidak mengabulkan permintaan anak kembar saya (keduanya berusia 8 tahun) untuk membuat account facebook sendiri. “Kenapa Pa? Temen-temen aku semua punya”.  Meski  berkali-kali berargumentasi dengan mereka, sampai saat ini saya memang belum mengijinkan karena mereka belum saya anggap cukup “dewasa” memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk -di dunia maya yang kejam ini.

Beberapa kali saya dianggap aneh, terlalu paranoid. Tapi true story berikut mungkin perlu disimak untuk diambil hikmahnya bagi para orang tua.

—-

Sebut saja Andi -baru kelas 5 SD- punya account facebook sendiri. Meski orang tuanya sudah berpesan untuk tidak menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal, tapi what do you expect dari anak kelas 5 SD? Mau tahu berapa friendnya? 500! ya … limaratus saudara-saudara. *Kadang saya heran sebagian orang bangga banget punya teman sampai 2000 … hihihihi*

Dari sekedar pertemanan kemudian game online di facebook, dan kemudian chatting. Ketika sampai di titik ini, IMHO, kontrol akan sulit dilakukan. Kecuali orang tua berada di samping anaknya ketika chat itu terjadi, sulit untuk melakukan sortir apa yang sedang dibicarakan. Bahasa teknisnya ini “legitimate traffic” yang sulit difilter oleh firewall 🙂

Si Andi yang baik dan polos tentu tidak akan berpikir macam-macam siapa yang sedang diajak bicara. Dengan polosnya ia akan merespon semua pertanyaan dan permintaan dari lawan chatnya. Tentu ia berpikir lawan bicaranya juga seumur dia, dan semua baik hatinya. Termasuk ketika ia diiming-iming bahwa lawan chat nya akan mampu membantunya mendapatkan score tertinggi di game online, dengan syarat ia memberikan username dan password facebooknya! *Social Engineering*

Ketika kemudian, username dan password berpindah tangan … semua sudah terlambat!!!

Yang terjadi kemudian bisa ditebak. Password diganti, sehingga si Andi tidak bisa mengakses account facebooknya dan account tersebut sudah berada dalam kendali penuh orang lain.

Sungguh mengerikan dampaknya. Bayangkan … yang ditulis di Status si Andi adalah kata-kata dan kalimat dewasa yang tidak pantas diucapkan di depan anak-anak. Berkali-kali, setiap hari. Tentu karena ditulis di Status, maka teman-teman si Andi yang notabene teman sekolah (seumur) akan membacanya. Saya yakin bahwa seluruh orang tua yang anaknya sudah membaca tulisan di Status itu pasti sedang pusing tujuh keliling bagaimana caranya menghapus ingatan anak-anak mereka atas kata-kata itu!

—-

Di Terms of Use Facebook sendiri, persisnya di No 4 mengenai Registration and Account Security point no 5 jelas-jelas disebutkan bahwa “You will not use Facebook if you are under 13“. Kenapa?  Saya rasa Anda semua tahu jawabannya!

Masalahnya, hanya sedikit dari kita mau membaca “Terms of Use” ini atau kalau toh pernah membaca tapi cenderung untuk meremehkan risiko bahaya internet. Ketika aturan tersebut kita langgar -dengan menyetujui anak di bawah 13 tahun- untuk register account di facebook artinya kita sudah menyerahkan nasib anak kita pada hukum rimba internet. Beberapa kali saya dengar komentar orang tua mengenai hal ini, ” Alah, bisa apa sih? cuma buat main-main aja paling”. Tapi jangan lupa, facebook lebih powerful dari yang Anda kira.  Anda tidak akan punya kontrol, kecuali, jika Anda mampu untuk selalu mendampingi anak-anak Anda ketika sedang menggunakan facebook. I don’t know about you, tapi saya sih ngga mampu.

Kembali ke kisah Andi, although mitigation action has been taken tapi the damage has been done. Khususnya buat teman-teman sekolah si Andi yang sudah terlanjur membaca serial “status dewasa” di account si Andi. Ah, seandainya waktu bisa diputar ulang.

Saya merasa perlu share kisah ini untuk awareness bagi kita orang tua. Karena kita semua pastinya sayang pada anak-anak kita.  Kita semua ingin anak kita “melek” teknologi, tapi jika kita tidak tahu risikonya, kita tidak akan dapat tahu kapan kita harus “mengerem” mereka.

Akhirnya, berikut adalah tambahan tips dari beberapa situs yang saya pikir akan berguna bagi perlindungan tambahan untuk berinternet sehat:

http://www.esc-creation.com/2009/09/25/tips-blokir-situs-pornografi/

http://www.sabili.co.id/indonesia-kita/tips-internet-aman-untuk-keluarga

http://ictwatch.com/internetsehat/2010/02/09/bergaul-aman-di-internet-bagi-remaja/

Advertisements

Obamania dan BBM

Obama datang! Akhirnya!

Meski kurang dari 24 jam, kedatangannya menyedot perhatian warga Indonesia terutama warga Jakarta.

Yang menarik adalah beredarnya joke-joke terkait Obama melalui Blackberry Messenger. Kreatif dan beredar cepat sekali. Dalam sehari, saya bisa menerima joke yang sama bisa lebih dari 2 x. Hehehe …. top!

Contohnya mengenai mengapa Obama hanya berkunjung kurang dari 24 jam? Karena jika lewat dari itu ia mesti lapor RT setempat 🙂

 

 

Jaman Mencicil …

Jaman sudah berubah. Dulu, untuk membeli sesuatu mesti menabung dulu. Sekarang, beli dulu kemudian mencicil. Tentu dengan bunga. Tapi ada juga yang tidak.

Hampir semua bisa dicicil. Rumah, mobil, motor. Yang baru denger adalah uang pangkal sekolah dan nonton konser David Foster kemarin.

Hebat …