Catatan Perjalanan – 1 : Perspektif Baru

Perjalanan bisa menjadi obat untuk hati yang kecewa. Bisa membantu dengan memberi sedikit ruang pada hati dan kepala untuk sedikit mundur ke belakang. Introspeksi dan melihat ke dalam diri. Kenapa mesti kecewa?

Pemandangan sepanjang jalanpun seolah memberi perspektif baru pada hati. Seperti:

Pernahkah ada yang menghitung berapa banyak mesjid indah di sepanjang pantura?

Mana lebih penting, membangun masjid yang milyaran atau memberdayakan ekonomi masyarakat pantura yang masih miskin?

Adilkah bagi Anda pengendara, bila perjalanan Anda dihentikan oleh serombongan peminta sumbangan (untuk alasan pembangunan masjid) ?

Berapa Rupiah dalam sehari yang diperoleh oleh orang-orang yang duduk di sepanjang jembatan sambil membawa sapu lidi? Tadinya saya pikir mereka minta imbalan karena sudah menyapu jembatan, tapi ternyata sapu lidi itu lebih berguna untuk berebut uang receh yang dilemparkan oleh pengendara.

bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s