Koneksi VPN dengan VPNC di Ubuntu 10.04

Salah satu “personal to do list” saya di tahun 2011 adalah bisa melakukan koneksi ke kantor melalui VPN di Ubuntu 10.04. Karena selama ini saya hanya bisa melakukannya dengan “Cisco VPN Client” yang jalan di environment Windows. Sederhana ya cita-cita saya? 🙂

Saya mesti baca sana-baca sini, dan googling sana-sini. Dari begitu banyak referensi serta beberapa “trial and error”, saya pilih untuk mempergunakan “vpnc” yang tersedia di repository Ubuntu karena sepertinya ini yang paling simpel menurut saya. VPNC ini adalah semacam “plugins” untuk Network Manager yang memang sudah secara default terpasang di Ubuntu.

  1. Gunakan Synaptic Package Manager untuk install “vpnc”. Kalau Anda memang orang yang alergi pakai “GUI” Anda boleh pakai command “sudo apt-get install network-manager-vpnc” 🙂
  2. Cara paling mudah adalah dengan melakukan import file *.pcf (yaitu profile koneksi vpn Anda). Anda bisa hubungi Administrator Anda untuk mendapatkan ini. Atau, jika Anda sudah punya koneksi vpn yang berjalan di environment Windows, cari file *.pcf di disk Windows Anda, copy ke Ubuntu Anda dan import dengan fasilitas “Import” yang ada di Network Manager, di tab VPN.
    Note: bagian ini sempat membuat saya frustasi, karena saya tidak pernah diberi file *.pcf. Ketika saya coba Add koneksi dan saya masukkan parameter yang sesuai (gateway, group, password group, username, password) tapi selalu failed. Saya coba referensi ini https://help.ubuntu.com/community/VPNClient, tapi gagal! 😦 Sempet juga coba install Kvpnc (vpnc untuk KDE) tapi tetap saja ditanya file *.pcf. Jadi kesimpulannya …. ya, mesti dapat file *.pcf. Karena kebetulan saya sempat punya Cisco VPN Client yang jalan di Windows, maka saya tinggal ambil file itu dan import di Ubuntu. Sebenarnya mungkin ada cara lain yakni install Cisco VPN Client tarball Linux di Ubuntu. But I would not recommend that approach 🙂

Saat ini, koneksi dengan VPNC sudah saya coba dan sukses.

Nah, semakin banyak fungsi yang sudah bisa saya pindahkan ke Ubuntu saya, maka semakin berkurang ketergantungan saya pada OS nya Om Bill Gates. Tinggal Microsoft Visio dan Project niih, ayo donk para developer, bikin aplikasi yang bisa head -to-head dengan Visio dan Project!

 

Advertisements

Bunga Mei Hwa – Gong Xi Fat Choi!

Mei Hwa sering disebut bunga keberuntungan. Mei artinya cantik, Hwa atau hua artinya bunga. Jadi Mei Hwa artinya bunga yang cantik. Nama lain bunga ini adalah plum blossom yang berarti kuntum bunga-bunga plum yang sedang mekar.

Bunga yang memiliki nama latin Prunus mume ini berasal dari Cina. Saking cantiknya, negara Cina menjadikannya sebagai bunga nasional. Sepintas rada mirip bunga sakura Jepang. Namun tetap saja berbeda karena bunga Mei Hwa tidak bergerombol seperti sakura.

Mei Hwa tergolong tanaman yang cepat berguguran daun-daunnya Menjelang tahun baru Cina, bunga Mei Hwa bertebaran di mana-mana pertanda musim semi telah tiba. Makanya mekarnya Mei Hwa diidentikkan dengan harapan, kehidupan dan keberuntungan yang baru.

dikutip dari http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=84853

Foto diambil di sebuah Mall Jakarta Barat yang sedang menyambut Imlek.

bunga-mei-hwa

Pilihan

Pernahkah Anda berada di posisi dimana Anda tidak punya pilihan? Apa yg kmdn Anda lakukan?

Kemarin saya melihat sebuah bis kota sarat penumpang yang sdg antri masuk tol dalam kota “dipaksa” keluar antrian dan diminta utk lewat arteri yg padat oleh petugas. Pdhl ia sdh antri berpuluh2 menit. Ia tidak punya pilihan selain mengikuti instruksi petugas itu.

Bis yg saya naiki jg pernah dilarang berhenti di halte slipi pdhl di halte itu ada calon penumpang yg hendak naik. Karena bis ini adlh bis terakhir, maka otomatis penumpang itu mesti cari alternatif angkutan lain. Sdh malam lagi … Sepanjang perjalanan seisi bis membicarakan kenapa kira2 si petugas melarang bis berhenti di halte itu.

Kadang dalam hidup kita tidak tahu kenapa kita diminta keluar “jalur”, dan kita merasa tidak punya pilihan. Nggak enak ya?

Atau memang begitu cara Tuhan bekerja?

Lunar Year Romanza

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang? Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain, Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan …Kahlil Gibran

this picture taken @ Ciputra Mall, 15 Januari 2011. Ketika sepasang kekasih akan berfoto di salah satu sudut mall dengan latar belakang bunga-bunga merah “Imlek”.

romanza-imlek

Catatan Perjalanan – 5 : Empati

Perjalanan bisa juga menjadi obat spiritual. Bisa mengingatkan kembali kita ke “nature” manusia. Bagaimana posisi manusia sebagai makhluk Tuhan. Juga bagaimana posisi manusia terhadap alam. Bencana menjadi sebuah “pesan” Tuhan kepada manusia.

Dan perjalanan ke lereng Merapi setelah erupsi 2010  adalah contoh nyata mengenai “pesan” itu. Foto di bawah di ambil tanggal 30/12/2010, di sebuah desa lereng Merapi.
Sisa Merapi - 02

Drive

Who’s gonna tell you when,
It’s too late,
Who’s gonna tell you things,
Aren’t so great.

You cant go on, thinkin’,
Nothings’ wrong, whoa ho…,
Who’s gonna drive you home,
tonight.?

Who’s gonna pick you up,
When You fall?
Who’s gonna hang it up,
When you call?

Who’s gonna pay attention,
To your dreams?
And who’s gonna plug their ears,
When you scream?

You can’t go on, thinkin’
Nothings wrong, whoa ho…,
(who’s gonna drive you)
(who’s gonna drive you)
Who’s gonna drive you home, tonight?
(who’s gonna drive you home)

(bye baby)
(bye baby)
(bye baby)
(bye baby)

Who’s gonna hold you down,
When you shake?
Who’s gonna come around,
When you break?

You can’t go on, thinkin’,
Nothin’s wrong, whoa ho…,
(Who’s gonna drive you)
(who’s gonna drive you)
Who’s gonna drive you home, tonight?
(who’s gonna drive you home)

Ho…, you know you can’t go on, thinkin’,
Nothin’s wrong,
(Who’s gonna drive you)
(Who’s gonna drive you home)
Who’s gonna drive you home, tonight?

(bye baby)
(bye baby)
(bye baby)

*the cars*