Coretan Perjalanan – 1

Karena suatu urusan saya mesti melanjutkan perjalanan dari yogya ke surabaya. Saya ngga kebagian tiket kereta api. Mungkin karena musim liburan. Opsinya naik travel atau bis.

Sudah lama saya tidak naik bis antar kota. Maksud saya yang benar-benar antar kota. Tidak termasuk feeder busway Trans Citra yang tiap hari saya naiki hehe. Itu sebabnya saya putuskan naik bis saja. Tapi saya nggak mau naik sembarang bis. Meski ketika muda dulu sering banget naik bis malam, tapi sekarang ngga pede. Hehe, takut menderita mungkin ya?

Saya cari referensi melalui google. Kebetulan dapat informasi rekomendasi bis yang sesuai dengan harapan saya. AC, eksekutif dan Insya Allah aman dan nyaman. Dua nama bis muncul. Bis Eka dan Dharma Safari. Saya pilih Eka karena banyak yang merekomendasikan. Di artikel itu jelas disebutkan beberapa nama yang tidak direkomendasikan.

Terminal Giwangan adalah terminal untuk bis antar kota di Yogya menggantikan terminal Umbulharjo. Beberapa tahun lalu saya pernah ke sini. Kesan pertama dulu bersih dan rapi. Mungkin karena masih baru. Tapi malam ini saya kaget. Kesan saya sekarang kok jauh dari kesan bersih dan rapi.

Tempat parkir mobil terlalu gelap, lantai kotor, toko tutup, dcalon penumpang tidak banyak sehingga mungkin karena terminal ini termasuk luas makanya jadi terkesan sepi. Nggak kebayang jika terpaksa harus bermalam di sini. Padahal ini belum jam 7 malam. m

Mungkin sekali-kali perlu ke sini di siang hari.

Advertisements

(jalan) Mulus …

Jarang saya melalui rute selatan apabila berkendara ke Jawa Tengah. Lebih sering saya memilih jalur pantura karena menurut saya lebih lurus dan banyak tempat untuk istirahat apabila penat. Meski lebih membosankan memang.

Kali ini saya tidak punya pilihan. Saya dengar jalur utara jalannya rusak dan sedang ada perbaikan jembatan. Saya tidak mau berada dalam posisi ‘terjebak’ macet berjam2. No fun. So jalur selatan it is!

Yang menarik bila melalui jalur ini adalah relatif mulusnya jalan sepanjang jalur ini. Memang tersendat sedikit karena ada perbaikan jalan di nagreg. Tapi selepas itu, wow, mulus banget. Ini kontras dengan begitu anda masuk ke wilayah jawa tengah, maka anda akan disambut jalan berbatu dan berlobang.

Apa ini berarti pendapatan daerah jawa barat lebih baik dari jawa tengah? Atau hanya masalah manajemen infrastruktur saja?

Jadi pengen pindah ke jawa barat nih 🙂