Bersahabat dengan “Insiden”

Bila duduk di posisi operasional kita selalu dituntut untuk selalu siap dan waspada pada kemungkinan terjadinya “insiden”. Meskipun tentu saja sebelumnya kita mesti mengimplementasikan control-control preventive sepertiĀ  yang dianjurkan oleh best practice, tapi toh namanya “insiden” ya tetap saja mungkin terjadi!

“Insiden” yang saya maksud di sini adalah peristiwa tidak normal yang mengakibatkan jalannya operasional bisnis terganggu. Bisa karena gangguan seluruh sistem atau pun salah satu sub sistem pendukung operasional bisnis. Misalnya: network down, system down, machine crash, dsb. Atau peristiwa tidak normal yang mengakibatkan kehidupan tiba-tiba berjalan tidak normal. Seperti sakit mendadak, dan lain sebagainya.

“Insiden” mungkin terjadi. Seberapa besar kemungkinan terjadinya bisa diukur -atau diperkirakan. Salah satu alatnya adalah analisa dan manajemen risiko. Saya tidak akan membahas bagaimana melakukan analisa dan manajemen risiko, tapi alat tersebut membantu kita untuk selalu “siap” pada kemungkinan terjadinya insiden.

Meski bisa diukur atau diperkirakan, kita tidak tahu kapan persisnya “insiden” akan terjadi. Karena itu, lebih baik kita berlatih bagaimana kita bereaksi terhadap sebuah “insiden”. Agar dampaknya lebih minimal dan recovery lebih cepat.

Di Jepang misalnya, berdasarkan analisa risiko kemungkinan terjadinya gempa adalah “tinggi” sehingga penduduk dilatih mengenai bagaimana bereaksi apabila terjadi gempa.

Intinya, kita tidak bisa tahu kapan “insiden” itu terjadi, tapi kita bisa berlatih bagaimana bereaksi terhadap suatu “insiden”.

Begitu!

*niru Mario Teguh*
šŸ™‚

Advertisements