Portnoy Sheehan Macalpine Sherinian Live

Malam itu saya berkesempatan lagi menyaksikan secara ‘live’ penampilan musisi-musisi yang boleh disebut sebagai “professor” di alatnya masing-masing. Kesempatan yang bisa dibilang langka karena mereka berkumpul sebagai satu grup ini mungkin adalah bersifat temporer atau project. Mereka ini terkenal sebagai musisi ‘cabutan’ sehingga belum tentu tahun depan masih bisa bareng-bareng 🙂

Mike Portnoy, Billy Sheehan, Tony Macalpine, dan Derek Sherinian main di sebuah festival rock yang disponsori oleh sebuah pabrik rokok di hari Minggu malam di lapangan Senayan Jakarta. Awalnya saya mengernyitkan kening … di minggu malam? dimana esok harinya harus kerja? hmmm ….

Anyway, I made it. Mereka dijadwalkan main jam 21.30 malam di panggung utama yang disebut Distortion. Panggung dimana malam sebelumnya Sepultura sukses memuaskan dahaga penonton Jakarta. Ketika saya datang sekitar jam 20.00, suasana lumayan sepi untuk ukuran festival rock. Tiket Rp 150 ribu rasanya mungkin agak kemahalan bila nonton konser musik rock lokal, tapi bila yang hadir adalah para “professor” seperti mereka ini maka rasanya angka tersebut tergolong amat murah. Bandingkan saja dengan tiket Dream Theater atau konser para boys/grilsband dari Korea! 🙂

Molor sejam, akhirnya konser dimulai pukul 22.30. Dibuka dengan komposisi Dream Theater “a change of season” dan ditutup oleh komposisi dari David Le Roth “Shy Boy” dimana Billy, Portnoy dan kami -penonton- jadi penyanyinya. Konser ini konser instrumental full. Mike Portnoy sepertinya ditunjuk jadi leader untuk terus berkomunikasi dengan penonton. Dan ia berhasil melaksanakan tugas itu dengan baik.

Konser ini amat sangat progressive dan skillfull. Mestinya mereka ini main di Java Jazz. Masih jauh lebih cocok daripada misalnya dipaksakan musik bukan jazz seperti -maaf, Andra and the Backbone, Kla Project, dll – untuk main di event itu 🙂

Untuk penikmat musik progressive dan instrumental yang mempertontonkan skill seperti kemarin, satu setengah jam rasanya kurang.

Saya sempat merekam beberapa lagu dengan kamera pocket saya, tapi dengan alasan size file yang lumayan besar dan koneksi internet yang sedang lelet maka saya hanya tampilkan yang ini saja. Lagipula, Tony Macalpine adalah salah satu guitar hero saya. Sempat merinding ketika mendengar “The Stranger” dibawakan secara live malam itu.

Sempat amat gemes ketika membaca sebuah review di media online sbb: “Hanya Tony McAlpine yang mungkin kemampuannya sedikit di bawah John Petrucci, sang gitaris dan kini menjadi motor utama Dream Theater. ” Ini wartawan moga-moga sudah riset dan denger semua album dari Tony dan sadar ketika nulis kesimpulan ini. Kalau ekspektasinya lick-lick John Petrucci akan dibawakan secara “plek” oleh gitaris kelas dunia seperti Tony Macalpine seperti di kaset, wah, wah … sepertinya wartawan ini perlu belajar musik dan nambah wawasan lagi 🙂

Keturutan juga nonton Tony Macalpine live. Kapan ya, Vinnie Moore maen di Jakarta?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: