Perut “Sakit”

Beberapa hari lalu saya naik shuttle bus untuk pulang ke rumah. Duduk di bangku depan saya adalah seorang ibu muda dengan dua anak balita perempuannya yang amat ceria. Mungkin karena senang diajak naik bus.

Kedua balita itu amat lucu. Mereka berdiri di atas bangku, dan melihat ke belakang. Persis di depan saya jadinya. Mereka saling berbisik, dan tertawa melihat saya. Saya pun kadang ikut tersenyum pada mereka.

Salah satu balita yang sepertinya kakaknya bertanya pada saya,” Om, namanya siapa?” Wuit, hebat nih anak. Bukan anak pemalu pastinya. Gitu pikir saya. “Panggil aja saya Om,” jawab saya. Sambil ketawa-ketawa ia menunjuk kalung name tag saya. “Kok pake ginian, Om? Eh, kok ada fotonya? Bagus ya?” lanjutnya sambil memegang-megang kalung name tag saya. Saya tambah tersenyum.

Eh, anak itu malah pegang perut saya. “Om, perutnya kok gede? Pasti sakit ya?” ****glodhak**** sampai sini saya speechless. Sementara orang-orang di sekeliling pada menahan senyum.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s