5 Jam di Pulau Tidung

Pulau Tidung adalah pulau terbesar di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini dapat ditempuh sekitar satu jam dari pelabuhan Marina, Ancol Jakarta dengan mempergunakan boat. Tarif ke pulau ini sekitar Rp 300 ribu per orang untuk one day trip (pulang hari). Apabila ingin menginap berkisar di kisaran Rp 700rb – Rp 800rb karena sudah dipaket berikut penginapan, water sport serta makan. Banyak tersedia penyedia jasa tour ke pulau ini. Jika memilih untuk ke pulau ini melalui pelabuhan Marina, Ancol Jakarta tinggal datang ke Marketing Office yang berada di dekat situ. Umumnya kapal reguler berangkat jam 8 pagi dan jam 10 pagi. Untuk yang pulang hari, akan dijemput jam 3 sore, atau jam 5 sore.

Pulau ini adalah pulau berpenghuni artinya pulau yang memang ada penduduknya. Menurut salah seorang pengendara becak motor yang ada di sana penghuninya sekitar 4000 KK. Rata-rata pekerjaannya adalah nelayan meski ada juga yang jadi karyawan. Becak motor menjadi salah satu transportasi andalan para wisatawan yang datang berkunjung di pulau ini, selain sepeda yang banyak disewakan. Tarif sewa sepeda berkisar di Rp 20 ribu per hari.

Info lebih lengkap mengenai pulau ini ada di http://www.pulau-tidung.com

Pantai Tanjongan Timur dan Jembatan Cinta

Sepertinya adalah pusat wisata yang ada di pulau ini. Pantainya relatif bersih, pasirnya putih. Tersedia banyak kedai makanan dan minuman serta penginapan. Berbagai rekreasi air tersedia di sini. Anda bisa sewa kano, sewa kapal, snorkeling, jet ski, dan lain-lain. Air lautnya bersih dan relatif bening. Pas!

Antara pulau Tidung Besar dan pulau Tidung Kecil dihubungkan oleh jembatan sepanjang 2,5 km yang disebut sebagai Jembatan Cinta. Jembatan ini nyaris tak pernah sepi dari wisatawan baik untuk melihat sunrise, sunset ataupun sekedar ngobrol dan berfoto ria.

IMG_0345 - Version 2

“jembatan cinta”

IMG_0337 - Version 2

“selesai bekerja”

IMG_0371“bermain air”

IMG_0483

 

“sunset”

Saran

Lakukan booking perjalanan terlebih dahulu. Saat peak season seperti musim liburan, wisatawan amat padat sehingga ada risiko tidak kebagian kapal. Untuk pengaturan penumpang, keberangkatan kapal dan kenyamanan kapal sepertinya memang kita mesti belajar banyak dari negara tetangga agar lebih tepat waktu, teratur dan nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s